Friday, May 29, 2009

Crystal Jung + Kim Ye Jin









{ Read More }


Fan Fiction - Super Ghost

Hihi
Nih fan fiction luchu + keren
고맙습니다, Dian Hayyuni^^ atas izin untuk posting nih fan fiction disini

Title : Super Ghost
Author : Dian Hayyuni
I take it from : Aegesshi Isvip's Note


Alkisah di sebuah negeri nan jauh di sana... Hiduplah seorang anak yang bernama Kyu Hyun dan kakeknya yang bernama Dong Hae. Mereka tinggal di sebuah rumah tua yang cukup besar di pinggir kota. Menurut para tetangga, rumah yang mereka huni itu angker alias berhantu. Dari setiap saksi yang berbeda, muncul cerita hantu yang berbeda. Kyu Hyun yang polos bertanya kepada kakeknya.
“Kakek, kenapa semua orang mengatakan rumah kita berhantu??”
“Itu karena mereka iri kita punya rumah yang bagus,” kata Dong Hae. Kyu Hyun mengangguk. Menurut para tetangga, rumah itu semakin hari semakin angker. Kemarin ada yang melihat pocong dan tuyul bernyanyi han saramaneul. Dan juga kuntilanak sedang main ayunan sambil makan permen lollipop dan menyanyikan lagu Marry You. Kyu Hyun semakin penasaran dengan kebenaran para hantu itu.
Pagi itu cuaca agak mendung. Hanya ada seberkas cahaya matahari yang memaksa masuk melalui celah2 awan. Hari ini Kyu Hyun berencana pergi dengan kedua temannya, Kibum dan Eun Hyuk. Mereka ingin membeli kaset video game. Kyu Hyun menunggu mereka di teras rumah sambil duduk memandangi jalan setapak yang licin.
“Koran.. Koran..” Shindong, si tukang Koran rupanya sedang mengantarkan koran hari itu. Kyu Hyun menyapanya.
“Shindong hyung!” Shindong melambai padanya. Kyu Hyun menghampiri Shindong untuk mengambil Koran. Wajah Shindong memucat. “Kenapa hyung?”
“Ah. Anio. Aku hanya agak takut kalau lewat sini. Sudah ya, aku pergi dulu.” Shindong melanjutkan pekerjaannya.
“Aneh sekali dia.” Kyu Hyun masuk ke dalam, menyerahkan koran kepada kakeknya. Kyu Hyun sempat membaca headlinenya, RUMAH BERHANTU DI SUDUT KOTA. Ah, mengapa orang2 terlalu melebih-lebihkan rumah ini?? TING TUNG. Bel rumah berbunyi. Itu pasti Kibum dan Eun Hyuk. Kyu Hyun membuka pintu. Yah, benar mereka.
“Masuk dulu,” kata Kyu Hyun. Mereka masuk. Tepat setelah Kyu Hyun menutup pintu hujan turun dengan lebat.
“Ah, kita tidak bisa pergi kalau begini,” kata Kibum sambil melihat ke luar jendela.
“Ah ya. Bagaimana kalau kita bermain dulu di dalam?” kata Kyu Hyun. “Ayo.” Mereka masuk ke dalam. Rumah itu tampak sangat tua. Cahayanya redup dan penuh dengan barang2 dan lukisan antic.
“Kyu Hyun,” panggil Dong Hae. Ia sedang duduk di kursi goyang sambil membaca koran di depan perapian. Kibum dan Eun Hyuk kaget, mereka berpegangan erat.
“Ne?”
“Jangan main di lantai 3,” kata Dong Hae dingin. Tatapannya menusuk. Kibum dan Eun Hyuk semakin takut. Mereka berpegangan semakin erat.
“Ah ya. Aku hanya ingin main di kamar.” Kyu Hyun mengajak Kibum dan Eun Hyuk ke kamarnya. Mereka menaiki tangga kayu yang berdenyit kalau diinjak. Pegangannya juga sudah rapuh.
“Kyu Hyun-ah, mengapa tempat ini sangat menyeramkan??” kata Kibum. Tangannya gemetaran. Kyu Hyun hanya tersenyum. Mereka sampai di kamar Kyu Hyun. Kamar pertama di samping tangga. Mereka masuk. Kamar itu sama sekali tidak terlihat menyeramkan. Terang dan sejuk sekali.
“Mau minum?” tanya Kyu Hyun.
“Ah, tidak usah repot2,” kata Kibum.
“Sebenarnya ia tidak mau kau tinggal sendiri di sini,” kata Eun Hyuk. Kibum melempar pandangan mencibir. Mereka duduk di atas kasur.
“Baiklah, apa yang akan kita lakukan?” tanya Kibum. Kyu Hyun menggeleng.
“Aku penasaran apa yang ada di lantai 3. Ayo kita ke sana!” ujar Eun Hyuk. Kibum melotot tampak tidak setuju. “Ayolah. Kyu Hyun, kau mau?”
“Tapi.. kakek bilang...”
“Kau tidak usah pedulikan kata kakekmu! Ia hanya menakuti kita. Bagaimana?” Kyu Hyun diam. Kibum terus menggeleng sejak tadi.
“Baiklah, ayo.” Kyu Hyun dan Eun Hyuk beranjak, sementara Kibum masih duduk di kasur.
“Hei Kibum-ah! Ayo. Kau mau di sini sendiri?” kata Eun Hyuk. Kibum memandang sekeliling dan akhirnya ikut. Mereka menuju tangga kayu di sudut lorong. Kibum terus menerus membujuk Eun Hyuk dan Kyu Hyun agar mengurungkan niat gila mereka. Eun Hyuk menaiki tangga itu satu per satu. Kyu Hyun ragu harus naik atau tidak. Eun Hyuk sudah ada di atas.
“Hei kalian! Cepat naik! Di sini tidak ada apa2!” kata Eun Hyuk. Kyu Hyun berpikir, selama ini kakeknya terus melarangnya untuk naik ke lantai 3 dan ia selalu menurut, tapi ia tidak pernah membayangkan ada apa di sana dan kenapa kakeknya melarang.
“Kyu, suruh Eun Hyuk hyung turun. Aku takut Kyu,” kata Kibum. Kyu Hyun sebenarnya tidak takut, hanya saja ia ingat kakeknya.
“Hei kalian! Kenapa masih diam saja di sana!” Eun Hyuk terus menerus memaksa mereka naik. Kyu Hyun pun naik. Hanya sekedar melihat2. Kibum menarik tangannya. Wajahnya tampak sangat tidak setuju dengan keputusan Kyu Hyun.
“Hei, di sini lumayan juga. Naiklah.” Kyu Hyun naik. Tidak peduli dengan kibum yang sudah menariknya sejak tadi. Kibum kalah, mau tidak mau ia juga ikut. Kini mereka sudah ada di lantai 3 yang menurut Dong Hae, terlarang...

WHUSSS... Jendela ruang tamu tertiup angin. Dong Hae menoleh dan membenarkan kaca matanya.
“Ah, mereka..” Dong Hae beranjak dari kursinya dan berjalan menuju ke kamar. Walau usianya sudah lebih dari 100 tahun, Dong Hae masih tampak segar, bahkan ia masih sanggup melakukan dance yang sering ia lakukan ketika masih muda.
Dong Hae masuk ke kamarnya, mengambil remot yang ia letakkan di dalam lemari besinya. Ia memencet tombol hitam di sana. PIIIP.. CLING!!! Tiba2 muncul sesosok makhluk yang terlihat seperti jin, karena ia memang jin. Hanya saja jin ini terlihat keren! Ia memakai setelan jas hitam lengkap dengan kaca mata hitam dan rambut disisir ke belakang.
“Ada apa Dong Hae sshi,” katanya.
“Kangin hyung!” Dong Hae hendak memeluk Kangin, namun Kangin mundur ke belakang. “Oh, mianhae. Kangin hyung, bereskan anak2 di atas. Aku tidak mau rahasiaku terbongkar. Aku malu Kangin hyung...” Dong Hae terus mondar mandir. Kangin bengong. “Kau sebagai Pak Kepala Geng hantu tentu tau caranya.”
“Rahasia apa ya?” kata Kangin. Dong Hae berbalik.
“Ah kau ini! Pura2 tidak tau!!” Dong Hae memukul kepala Kangin.
“Hei! Aku ini hyungmu!! Beraninya kau!” Kangin membalas memukul Dong Hae.
“Iya hyung, mian mian. Jadi?”
“Baiklah.” CLING!!! Kangin menghilang.
“Dasar anak2 nakal!!” kata Dong Hae.

“PERHATIAN SEMUAAA!!!” kata Kangin. Semuanya berkumpul.
“Ada apa ini!” kata Yesung. Ia lompat2 memasuki barisan.
“Ehm. Perhatian semua. Kita diberi tugas untuk mengerjai cucu Dong Hae sshi karena mereka telah berani masuk ke daerah terlarang.”
“Hihii.. Aku tidak bisa membayangkan wajah anak2 itu kalau mereka tahu rahasaia yang selama ini disembunyikan kakeknya. Tapi, bagaimana caranya??” kata Hee Chul sambil menyisir rambutnya yang panjang.
“Aku belum selesai bicara!! Kita bentuk formasi. Bla bla bla bla bla bla bla. Mengerti!!” kata Kangin. Semuanya rebut.
“Aku.. aku juga mau kebagian dengan siwonnie!!” kata Sungmin sambil menarik celana Kangin.
“Hentikan itu! Sudah tidak punya kaki masih saja bertingkah!!” kata Kangin. Sungmin cemberut lalu ngesot menjauh.
“Seribu.. dua ribu.. tiga ribu... empat ribu... yah, masih kurang,” kata Ryeo Wook sambil menghitung uang.
“Ryeo Wook! Sedang apa kamu!” kata Kangin galak.
“Ngitung duit hyung..”
“Dasar kamu tuyul matre!”
“Dimana2 tuyul emang matre kali hyung..” kata Ryeo Wook. Mereka sibuk dengan formasi yang dibentuk Kangin. Yang paling kegirangan itu Hee Chul. Ia dipasangkan dengan Siwon untuk menjaga kamar di dekat tangga.
“Siwonnie~~” kata Hee Chul. Ia masih memegang sisir dan kaca. Siwon menoleh, lalu mengibaskan jubahnya. Hee Chul mengejarnya. “Siwonnie, mau menghisap darahku??” Hee Chul menyodorkan lehernya.
“Yaks. Darahmu kan tidak enak, nanti aku mati keracunan!!” kata Siwon. Hee Chul cemberut dan kembali berkaca. AWW!! Hee Chul jatuh keserimpet gaunnya yang panjang.
Sementara itu Yesung dan Ryeo Wook yang bertugas menjaga kamar mandi sedang berdiskusi.
“Yesung hyung, uangku masih kurang untuk beli popok baru,” ujar Ryeo Wook. “Aku heran, masyarakat di daerah ini miskin2 sekali.”
“Ah, aku juga ingin membeli parfum untuk kain kafanku ini,” ujar Yesung.
“Kenapa tidak minta pada siwon hyung??”
“Sudah, tapi wanginya tidak tahan lama. Lain kali aku ingin beli softener yang tahan lama saja.”
Di tempat Hankyung dan Sungmin~~
“Hankyung oppa..” kata Sungmin sambil ngesot ke arah hankyung. Hankyung melompat menjauh.
“Aku sudah lupa rasanya jalan seperti apa. Kau ingat??” kata Sungmin.
“Hmm.. Aku juga tidak tahu. Setauku vampire china tidak ada yang jalan. Semuanya melompat,” kata Hankyung. “Aku jago main karet lho! Aku bisa saja menang dari Yesung.”
“Kira2 Kangin oppa dimana ya??” ujar Sungmin.

Kangin POV
Haish!! Dong Hae benar2 merepotkan! Sebenarnya kenapa ia menyembunyikan ini dari cucunya?? Aku heran dengannya! Barang seperti ini disembunyikan.
End of Kangin POV

“Kyu Hyun, kau mau lihat2 dari mana??” kata Eun Hyuk. Ia sedang mengamati foto2 leluhur Kyu Hyun di sana.
“Terserah. Aku kurang berminat,” kata Kyu Hyun.
“Baiklah, aku ke kamar itu ya! Kalian tunggulah di sini.” Eun Hyuk masuk ke kamar tempat Hee Chul dan Siwon menunggu. KRIEEET.. Kamar itu gelap. Namun ada sedikit cahaya memaksa masuk lewat celah2 ventilasi. Suasananya dingin. Ditambah wallpaper gelap yang klasik, kesan tua dari kamar itu semakin terasa. Eun Hyuk merinding. Ia bermaksud keluar, tapi... BLAM!!! Pintu menutup dengan sendirinya. AAAAAAAAAA... Eun Hyuk berteriak dan berusaha membuka pintu, tapi tidak berhasi. Hhhhiiihihihihiiihhiii... uhhuek uhuek hueek.. Eun Hyuk kaget.
“Sssi ssiapa itu!!” katanya sambil merapat ke tembok.
“Kat kat kat!! Sebentar!! Aku mau minum dulu! Ulang ulang!!” kata Hee Chul dari atas lemari. Eun Hyuk tercengang melihatnya. Siwon juga. “Hei! Ambilkan aku minum,” kata Hee Chul kepada Siwon. Ia berkaca. “Aish, maskaraku..” Siwon menghilang. Eun Hyuk bengong melihatnya.
“Kkamu??”
“Apa lihat lihat!!” kata Hee Chul sinis. Siwon muncul membawa air mineral untuk Hee Chul. Hee Chul meneguknya.
“Ah, lega. Oke kita mulai lagi. Hei kau!! Berdiri di depan pintu seperti tadi. Cepat! Ah ya, begitu.” Eun Hyuk mengikuti instruksi Hee Chul. Hee Chul mengatur posisi duduknya seperti tadi. “Oke kita mulai!! Hihihihihihiihhii...” Hee Chul tertawa lalu melompat ke bawah dan menarikan SORRY SORRY. Eun Hyuk terperanjat kemudian ikut bergabung.
“SORRY SORRY SORRY SORRY Naega naega naega meonjeo nege nege nege ppajyeo ppajyeo ppajyeo beoryeo Baby..” Sekarang Siwon yang terperanjat melihat mereka! Duet kuntilanak dengan manusia!
“Apa yang mereka lakukan?? Haish, Hee Chul PABO!!” kata Siwon sambil menepuk keningnya.

Kyu Hyun memandangi foto2 yang berderet di dinding dengan seksama. ‘Tidak ada yang setampan aku’ pikirnya.
“Kibum, aku mau ke kamar mandi dulu ya,” kata Kyu Hyun. Kibum mengangguk. Ia sedang sibuk mengagumi barang2 antik di situ. Kyu Hyun pergi ke kamar mandi. Tapi ada yang bernyanyi di situ! Kyu Hyun membuka pintunya.
“Annyeonghaseyo..” kata Yesung. Kyu Hyun lompat ke belakang. Ia mengamati Yesung dan Ryeo Wook yang juga sedang mengamatinya.
“Kamu.. seperti permen..” kata Kyu Hyun kepada Yesung. “Dan kamu, apa tidak dingin berpakaian seperti itu??” kata Kyu Hyun kepada Ryeo Wook.
“Ah. Anio, aku sudah terbiasa,” kata Ryeo Wook. “Kenalkan, Ryeo Wook imnida.. Dan ini Yesung.” Yesung menunduk.
“Oh. Kyu Hyun imnida..” Kyu Hyun ikut menunduk.
“Mau ikut menyanyi?? Aku dengar suaramu bagus,” kata Yesung.
“Kita bisa bentuk grup dengan nama K.R.Y,” kata Ryeo Wook. “Bagaimana?” Kyu Hyun mengangguk. Akhirnya mereka menyanyi..
“Dashin na gateun saram saranghaji malgo... Dashin geuriwohal saram mandeulji malgo...” Yah, lagu Let’s Not!!!

Kibum masih mengagumi guci tua di sudut ruangan. Ia tidak sadar kalau ia menginjak sebelah kaki Sungmin. AAAW.. Kibum menoleh. Matanya terbelalak.
“Omo~ Mian Mianhae hyung... Eh. Noona.”
“Kau mau menghilangkan sebelah kakiku juga??” kata Sungmin sambil memegangi kakinya. Hankyung datang.
“Ada apa ini?”
“Ia menginjak kakiku,” kata Sungmin.
“Salah sendiri kau duduk di bawah!!” kata Kibum.
“Loh, bukannya kau tidak punya kaki?” kata Hankyung. Ia mendekat.
“Yang satunya..” kata Sungmin manja. “Sakit sekali..”
“Yaks. Menjijikan. Sudah ya, aku mau cari temanku.” Kibum berlalu...

Hee Chul dan Eun Hyuk sudah capek menari. Hee Chul mencari kipasnya dan mulai mengayunkannya untuk menyejukkan lehernya.
“Aku tidak menyangka kalau kuntilanak juga tau dance ini,” kata Eun Hyuk. Ia sedang mengelap keringatnya dengan tissue Hee Chul.
“Aku juga nonton tv! Aduh, make up ku..”
“Hee Chul hyung! Eh, noona. Apa yang kau lakukan??” kata Siwon. Taringnya mengkilap diterpa cahaya matahari. Tapi ia tidak apa2 karena ia pakai kaca mata hitam.
“Omo Siwonnie~ kau cemburu? Iya?” kata Hee Chul lalu melompat ke arah Siwon. Siwon buru2 menghindar dan pergi. Takut dengan Hee Chul. “Ah, dia selalu begitu.”
“Aku harus pergi mencari teman2ku.” Eun Hyuk keluar. Ia bertemu dengan kibum.
“Kyu Hyun mana?”
“Tidak tau, tadi katanya ia mau ke kamar mandi.” Mereka menyusul Kyu Hyun ke kamar mandi. Tiba2 Eun Hyuk merinding, Kibum juga. Mereka membuka apintunya. Krieeet... Mereka terperanjat! Kyu Hyun sedang berduet dengan pocong dan tuyul!! Kibum nyaris pingsan melihatnya.
“Aigo!! Suara mereka bagus sekali!!” kata Eun Hyuk.
“Iya, bagus..” kata Sungmin yang juga ada di sana. Eun Hyuk menoleh. Ternyata semua hantu ada di situ.
“Nasssi goreng... nasssi goreng...” Terdengar suara bang Teukie si penjual nasi goreng dari luar.
“Ah, bang teukie.. Tunggu ya semua..” Hee Chul menghilang.
“Doo beon dashineun majoochiji... malja... uo o uo...” Duet mereka ditutup oleh Ryeo Wook. PLOK PLOK PLOK PLOK!!! SUIIT SUIIIT!!! Para penonton bertepuk tangan. Riuh sekali. Kangin merasa ada yang tidak beres. Ia menuju kerumunan itu.
“Kalian! Apa yang kalian lakukan!” kata Kangin. Semua kaget.
“Menonton mereka duet hyung, suara mereka bagus,” kata Siwon. Yang lain mengangguk.
“Kalian lupa rencana semula!! Hee Chul mana?”
“Lagi godain bang Teukie di luar.” Kangin geleng2.
“Semuanya! Serang 3 manusia itu!!!” kata Kangin. Mereka menghadap Kyu hyun, Eun hyuk, dan Kibum. Mata mereka merah. Mereka mendekat, semakin mendekat.
“TUNGGU~~!!” kata Dong Hae yang tiba2 muncul. “Tunggu sebentar. Atau mungkin, hentikan!”
“Kakek..” Kyu Hyun terharu.
“Diam kamu! Anak nakal! Kangin hyung, sudahlah.. Biar bagaimanapun, tidak ada gunanya menyembunyikan ini semua dari cucuku.”
“Ada apa kek??”
“Ada yang kakek sembunyikan di lantai ini..”
“Apa itu? Apa hantu2 ini? Semua barang2 ini?” Dong Hae menggeleng. Hee Chul datang sambil membawa 2 tangkai lollipop.
“Apa aku ketinggalan??” kata Hee Chul. SSSST... Hee Chul menutup mulutnya. Dong Hae pergi ke gudang mengambil kotak tua yang lumayan besar.
“Ini.” Ia menyerahkan itu ke Kyu Hyun.
“Ini... Apa??” kata Kyu Hyun.
“Bukalah.” Kyu Hyun membuka kotak itu. Ia kaget. Isinya adalah semua peninggalan orang tua Kyu Hyun untuknya.
“Kenapa ini disembunyikan?”
“Aku pikir kau sudah cukup besar untuk mengetahui ini. Ini adalah surat2 rumah, tanah, dan warisan orang tuamu untukmu. Ada suratnya juga, nanti kau baca. Oh iya, selain itu..” Dong Hae kembali ke gudang dan mengambil kotak lain yang lebih keci. “Aku takut kalau ini ketahuan, kau akan menertawakanku. Sebaiknya aku saja yang memberi tahumu sendiri.” Kyu Hyun menerima kotak itu dan membukanya. Kyu Hyun tersenyum. Itu kenangan masa muda kakeknya. Ada beberapa foto mudanya bersama dengan nenek Kyu Hyun dan teman temannya. Ada beberapa kaset video, tiket nonton, dan sebagainya. Bahkan ikat pinggang Elvis juga ada di situ. Kyu Hyun kaget. Itu.. hantu2 itu teman kakek???
“Ini??” kata Kyu Hyun.
“Iya, kami teman lama.” Setelah puas melihat-lihat, mereka turun. Hantu2 itu menghilang. Eun Hyuk sempat berbisik, “Hee Chul hyung. Eh, noona. Kapan2 kita bisa menari lagi kan??” Dan angin berhembus pelan di telinganya, seolah menandakan Hee Chul bersedia.
Sejak saat itu Eun Hyuk dan Kibum sudah tidak takut lagi dengan rumah itu. Kyu Hyun juga sudah tidak penasaran lagi. Tapi tidak dengan tetangga2, terutama... Bang Teukie!! Ya, Hee Chul masih suka menggodanya.
“Bang, besok jualan ketoprak ya.. Saya bosen makan nasi goreng terus...”


-FIN-
credit : dian hayyuni
+++++++++++++++
{ Read More }


Owner

My Photo
A girl named Chacha who loves all about Korean, especially korean songs. Really love broccoli and pear, smart enough, hahaha. Love when I sing Korean song and love Indonesia so much !

Followers